Polres Parepare Datangi SMP 9, Ini Pesan Polisi soal Bullying dan Ancaman Digital

oleh -15 views

Parepare — Sosialisasi di SMP 9 Parepare menyoroti sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan pelajar, mulai dari bullying, konten pornografi, penipuan online hingga keselamatan lalu lintas dan bahaya merokok.

Pesan tersebut disampaikan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Baru, Brigpol Akrab, saat bertemu siswa SMP Negeri 9 Parepare di Jalan Bau Massepe, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bacukiki Barat, Rabu (30/9/2026).

Bullying menjadi salah satu perhatian karena tindakan mengejek, mempermalukan, mengintimidasi, atau menjadikan kondisi teman sebagai bahan lelucon dapat berkembang menjadi persoalan serius. Siswa juga diingatkan agar tidak ikut menyebarkan rekaman atau konten yang mempermalukan korban melalui media sosial.

“Pelajar perlu mengetahui berbagai risiko yang ada di lingkungan sekitar maupun di ruang digital. Kami mengajak siswa untuk saling menghargai, berhati-hati menggunakan internet, serta menjaga keselamatan saat berada di jalan,” ujar Brigpol Akrab.

Penggunaan internet membuat pelajar semakin mudah memperoleh informasi. Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko, termasuk paparan konten pornografi dan penipuan online.

Siswa diminta tidak sembarangan membuka, menyimpan, atau menyebarkan konten yang tidak sesuai. Mereka juga perlu mewaspadai pesan berisi tautan mencurigakan, hadiah palsu, permintaan data pribadi, maupun tawaran dari akun yang tidak dikenal.

Jika menemukan sesuatu yang mencurigakan, siswa dapat berkonsultasi dengan orang tua atau guru sebelum mengambil keputusan.

Selain persoalan digital, keselamatan lalu lintas turut menjadi perhatian. Pelajar diingatkan untuk mematuhi aturan ketika berada di jalan dan mengutamakan keselamatan daripada terburu-buru sampai tujuan.

Pesan serupa disampaikan mengenai kebiasaan merokok. Siswa diminta menjauhi rokok dan tidak menjadikannya bagian dari pergaulan.

Kepala sekolah, tenaga pengajar, serta jajaran sekolah turut mengikuti penyampaian materi tersebut. Keterlibatan lingkungan sekolah dinilai penting karena persoalan yang dihadapi pelajar tidak selalu terlihat secara langsung.

Kehadiran polisi di sekolah juga membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan siswa. Pelajar perlu mengetahui kepada siapa mereka dapat meminta bantuan ketika menghadapi bullying, ancaman digital, maupun persoalan lainnya.

Sebaliknya, keterbukaan siswa dapat membantu guru, orang tua, dan aparat memahami persoalan yang muncul di lingkungan mereka.

Pendekatan semacam itu membuat edukasi tidak berhenti pada penyampaian larangan. Pelajar juga diajak memahami risiko dan belajar mengambil keputusan yang lebih bertanggung jawab.

Persoalan bullying, keamanan digital, keselamatan lalu lintas, dan kebiasaan merokok pada akhirnya membutuhkan perhatian bersama. Sekolah menjadi salah satu ruang penting untuk membentuk kebiasaan tersebut sebelum siswa menghadapi tantangan yang lebih luas di luar lingkungan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *