TKJ Polres Parepare: Lari 12 Menit hingga Shuttle Run Uji Fisik Personel

oleh -25 views

Parepare — TKJ Polres Parepare kembali digelar untuk mengukur kebugaran fisik personel. Anggota Polres Parepare menjalani lima jenis pengujian fisik di Lapangan Andi Makkasau, Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Kamis (8/10/2026).

Bukan sekadar menguji kemampuan berlari atau kekuatan tubuh, tes tersebut menjadi bagian dari upaya melihat kesiapan fisik personel menghadapi tuntutan tugas kepolisian yang semakin dinamis.

Dalam Tes Kesamaptaan Jasmani (TKJ) Periodik Semester II Tahun Anggaran 2026, personel diuji melalui lari 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, dan shuttle run. Kelima materi tersebut memberikan gambaran mengenai daya tahan, kekuatan, serta kelincahan fisik peserta.

Kabag SDM Polres Parepare AKP Syukri Masse mengatakan kesamaptaan jasmani memiliki arti lebih dari sekadar agenda pengujian berkala. Menurutnya, kondisi fisik menjadi salah satu aspek yang perlu terus dijaga oleh setiap personel.

“Tes Kesamaptaan Jasmani ini bukan sekadar agenda rutin semesteran, melainkan tolak ukur sejauh mana tingkat kebugaran fisik anggota,” kata Syukri.

Ia menilai tuntutan pekerjaan kepolisian membutuhkan kesiapan fisik yang memadai. Personel tidak hanya dituntut mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga harus siap menghadapi situasi yang dapat berubah sewaktu-waktu.

“Tugas Kepolisian ke depan semakin dinamis dan penuh tantangan, sehingga setiap personel dituntut memiliki kondisi kesehatan serta stamina yang prima agar dapat memberikan pelayanan dan perlindungan maksimal kepada masyarakat Kota Parepare,” ujarnya.

Salah satu bagian yang menguji daya tahan tubuh adalah lari selama 12 menit. Peserta harus mempertahankan aktivitas berlari dalam durasi tersebut sebelum melanjutkan ke materi lainnya.

Pengujian kemudian berlanjut pada pull-up, sit-up, dan push-up. Masing-masing materi memiliki karakteristik berbeda sehingga kemampuan fisik peserta tidak hanya dilihat dari satu jenis aktivitas.

Pada bagian akhir, peserta menghadapi shuttle run dengan pola lari angka delapan. Materi ini menuntut kemampuan bergerak secara cepat sekaligus menjaga koordinasi tubuh.

Dengan kombinasi lima materi tersebut, TKJ memberikan ukuran yang lebih menyeluruh mengenai kemampuan fisik personel dibandingkan hanya mengandalkan satu bentuk latihan.

Kebugaran menjadi penting bagi personel kepolisian karena aktivitas kerja tidak selalu berlangsung dalam kondisi yang sama. Mobilitas tinggi, pelayanan masyarakat, pengamanan, hingga penanganan berbagai situasi di lapangan membutuhkan stamina yang tetap terjaga.

Karena itu, kondisi fisik anggota menjadi salah satu aspek yang secara berkala perlu dievaluasi. TKJ Semester II 2026 menjadi salah satu instrumen untuk melihat kondisi tersebut di lingkungan Polres Parepare.

Peserta TKJ berasal dari sejumlah satuan dan polsek jajaran. Mereka mencakup pejabat dan personel dari berbagai unsur, termasuk Sat Samapta, Sat Lantas, Sat Binmas, Bag SDM, dan Bag Ren.

Para Kapolsek jajaran, perwira, bintara, serta PPPK di lingkungan Polres Parepare juga mengikuti pengujian fisik tersebut.

Komposisi peserta yang beragam menunjukkan bahwa pengukuran kebugaran tidak hanya menyasar anggota yang bertugas pada fungsi operasional tertentu. Kesiapan fisik menjadi perhatian bagi personel di berbagai bagian lingkungan Polres Parepare.

Di sisi lain, aktivitas fisik dengan intensitas tertentu membutuhkan perhatian terhadap kondisi kesehatan peserta. Untuk itu, tenaga medis Dokkes Polres Parepare turut memberikan pendampingan selama pengujian berlangsung.

Pendampingan medis menjadi aspek penting mengingat peserta menjalani beberapa jenis aktivitas fisik secara berurutan. Kondisi peserta dapat diperhatikan selama proses berlangsung sehingga pengujian tetap mempertimbangkan aspek kesehatan dan keselamatan.

Tes kesamaptaan jasmani pada dasarnya tidak berhenti pada angka atau hasil pengujian. Bagi organisasi kepolisian, kondisi fisik personel berkaitan dengan kemampuan menjalankan tugas secara konsisten.

Personel dengan kebugaran yang terjaga memiliki modal fisik untuk menghadapi pekerjaan yang membutuhkan mobilitas dan kesiapan di lapangan. Namun, kebugaran tentu bukan satu-satunya ukuran profesionalitas anggota karena kualitas pelayanan juga dipengaruhi kemampuan, disiplin, integritas, dan kesiapan mental.

Di Polres Parepare, pengukuran melalui TKJ Semester II Tahun Anggaran 2026 menjadi salah satu cara untuk memantau kondisi fisik personel secara berkala.

Lima materi yang diuji—lari 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, dan shuttle run—memberikan gambaran mengenai sejumlah aspek kemampuan tubuh yang dibutuhkan dalam aktivitas kepolisian.

Pada akhirnya, menjaga kebugaran bukan hanya persoalan memenuhi agenda pengujian periodik. Kesiapan fisik merupakan bagian dari modal dasar personel ketika harus memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. (*)