Parepare — Hubungan TNI dan Polri di Kota Parepare kembali terlihat dalam suasana hangat saat Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan memberikan kejutan nasi tumpeng kepada jajaran Brigif 11/Badik Sakti dalam momentum HUT TNI ke-81, Senin (5/10/2026).
Kejutan tersebut diberikan Kapolres Parepare bersama Wakapolres Parepare Kompol Saharuddin, S.H., M.H., M.Si., serta jajaran Polres Parepare. Rombongan mendatangi Mako Brigif 11/Badik Sakti di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, Parepare.
Nasi tumpeng itu diterima langsung oleh Dan Brigif 11/Badik Sakti Kolonel Inf. Arif Budi Situmeang, S.I.P., M.Tr. Pertemuan berlangsung sederhana, tetapi membawa pesan kuat tentang solidaritas TNI-Polri di Kota Parepare.
Bagi kedua institusi, hubungan baik bukan sekadar soal seremoni. TNI dan Polri memiliki peran masing-masing dalam menjaga keamanan negara, sementara di tingkat daerah keduanya dituntut mampu membangun komunikasi ketika menghadapi persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
Kolonel Inf. Arif Budi Situmeang mengapresiasi kedatangan Kapolres Parepare bersama jajarannya. Ia menyebut pertemuan tersebut berlangsung secara spontan dan sederhana.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Kapolres Parepare beserta jajarannya atas kehadirannya di sini,” kata Arif.
Ia juga mendoakan agar jajaran Polres Parepare di bawah kepemimpinan AKBP Phunky Mahendra Borniawan senantiasa mendapat perlindungan dalam menjalankan tugas.
“Semoga Polres Parepare di bawah pimpinan AKBP Phunky Mahendra Borniawan tetap diberikan perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Simbol Kedekatan TNI dan Polri
Pemberian tumpeng dalam peringatan HUT TNI memang bukan sekadar tradisi seremonial. Di banyak daerah, momen semacam ini menjadi cara sederhana bagi jajaran kepolisian untuk menunjukkan kedekatan dengan personel TNI.
Di Parepare, pesan tersebut terasa relevan karena sinergitas TNI-Polri menjadi bagian penting dalam menjaga situasi keamanan daerah.
Kedekatan antaraparat juga memberi ruang bagi koordinasi yang lebih baik ketika menghadapi persoalan di lapangan. Mulai dari menjaga ketertiban masyarakat hingga menghadapi situasi yang membutuhkan dukungan lintas institusi, komunikasi menjadi salah satu faktor penting.
Namun, soliditas tidak cukup dibangun hanya ketika terjadi persoalan. Hubungan antarinstitusi juga perlu dirawat dalam situasi normal melalui komunikasi dan kebersamaan.
Hal itulah yang tergambar dari kedatangan Kapolres Parepare ke Mako Brigif 11/Badik Sakti. Sebuah tumpeng sederhana menjadi simbol penghargaan sekaligus bentuk penghormatan kepada TNI yang tengah memperingati hari jadinya.
Sinergitas Dibutuhkan di Tengah Tantangan Keamanan
Tantangan keamanan di tingkat daerah terus berkembang. Persoalan sosial, gangguan ketertiban, hingga berbagai bentuk kejahatan yang muncul di ruang digital membuat aparat tidak bisa bekerja sendiri.
Dalam kondisi seperti itu, koordinasi antarlembaga menjadi semakin penting. TNI dan Polri memiliki kewenangan serta karakter tugas yang berbeda, tetapi keduanya memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga keamanan dan keutuhan wilayah.
Sinergitas yang sehat bukan berarti mencampuradukkan tugas masing-masing, melainkan membangun komunikasi dan koordinasi ketika kepentingan masyarakat membutuhkan kehadiran bersama.
Karena itu, hubungan antara Polres Parepare dan Brigif 11/Badik Sakti memiliki arti lebih luas daripada sekadar pertemuan dalam momentum HUT TNI.
Kebersamaan yang terbangun di tingkat pimpinan diharapkan turut memperkuat komunikasi hingga jajaran di lapangan. Dengan hubungan yang baik, koordinasi dapat dilakukan lebih cepat ketika muncul persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.
Momentum HUT TNI ke-81 pun menjadi kesempatan untuk kembali menegaskan pentingnya soliditas TNI-Polri dalam menjaga keamanan Kota Parepare.
Di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks, kekuatan kedua institusi tidak hanya terlihat dari kemampuan menjalankan tugas masing-masing, tetapi juga dari kemampuan membangun kerja sama tanpa kehilangan batas kewenangan.
Bagi masyarakat, hubungan yang harmonis antara TNI dan Polri pada akhirnya bukan sekadar simbol. Yang paling penting adalah bagaimana sinergi tersebut diterjemahkan menjadi rasa aman, ketertiban, dan pelayanan yang semakin baik. (*)






