Parepare — Pengecekan ruang tahanan Polres Parepare tidak sekadar melihat kondisi keamanan di dalam sel. Perwira pengawas (Pawas) juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbicara langsung dengan para tahanan melalui tausiah dan pesan pembinaan. Selasa (29/9/2026).
KBO Sat Narkoba Polres Parepare, Iptu Hamka, SE, selaku Pawas datang bersama piket Provost dan anggota jaga tahanan. Mereka mengecek kondisi ruang tahanan sekaligus memastikan situasi di dalam Mako Polres Parepare tetap terkendali.
Saat pengecekan berlangsung, terdapat 40 tahanan, terdiri dari 33 laki-laki dan tujuh perempuan.
Setelah pemeriksaan, Iptu Hamka menyampaikan pencerahan kepada para tahanan. Pesannya berkaitan dengan pentingnya menjaga sikap, menaati aturan dan menggunakan masa menjalani proses hukum sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi.
“Pengecekan tahanan bukan hanya memastikan kondisi keamanan tetap terkendali. Kami juga ingin mengingatkan mereka agar tetap menjaga sikap, mengikuti aturan, dan menjadikan proses yang sedang dijalani sebagai bahan untuk memperbaiki diri,” ujar Iptu Hamka, SE.
Pendekatan tersebut menempatkan pengawasan dan pembinaan dalam satu ruang. Keamanan tetap menjadi bagian utama pengecekan, sementara komunikasi digunakan untuk menyampaikan pesan moral kepada para tahanan.
Ruang tahanan memiliki kebutuhan pengawasan yang berbeda karena seluruh penghuninya berada dalam lingkungan terbatas. Pemeriksaan secara langsung memungkinkan petugas mengetahui kondisi terkini sekaligus mengantisipasi persoalan yang dapat mengganggu ketertiban.
Di sisi lain, tausiah memberikan kesempatan kepada petugas untuk berkomunikasi tanpa hanya berbicara soal aturan dan pengamanan.
Komposisi tahanan di Mako Polres Parepare saat itu terdiri atas 33 laki-laki dan tujuh perempuan. Mereka mendapat pesan pembinaan setelah proses pengecekan dilakukan.
Menurut Iptu Hamka, komunikasi dengan tahanan tetap diperlukan selama mereka berada dalam pengawasan kepolisian.
“Kami berharap pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan menjadi pengingat bagi para tahanan untuk tetap menjaga ketertiban selama berada di ruang tahanan,” katanya.
Pengecekan tersebut turut melibatkan personel Provost dan anggota jaga tahanan. Kehadiran mereka berkaitan dengan fungsi pengawasan serta keamanan selama pemeriksaan berlangsung.
Bagi para tahanan, pesan yang disampaikan menjadi bagian dari pembinaan selama mereka menjalani proses hukum. Mereka tetap diminta mematuhi ketentuan yang berlaku dan menjaga ketertiban di dalam ruang tahanan.
Dengan demikian, kunjungan Pawas pada Selasa pagi itu tidak berhenti pada pemeriksaan kondisi tahanan. Ada upaya membangun komunikasi sekaligus memberikan pengingat moral kepada orang-orang yang sedang menghadapi proses hukum.
Pengawasan memastikan aspek keamanan tetap diperhatikan, sedangkan pendekatan pembinaan membuka ruang bagi para tahanan untuk melakukan refleksi terhadap kondisi yang sedang mereka jalani.





